Bienvenue a ma vie

Senin, 09 Agustus 2010

tolong aku..

Tuhan tolong..
Tolong aku..
Aku merindukan pria itu berada di dekatku..
pria yang dulu selalu menampung keluh kesah ku, memperhatikan ku, memberi aku semangat..
pria yang dulu membuat air mataku terjatuh..
Air mata yang ku jatuhkan karena aku mencintainya..

bodoh kah aku jika masih mengharapkannya?
padahal aku yang membuangnya karena aku membencinya setengah mati karena dia telah membuat luka yang dalam pada ku?

Sungguh, aku bertanya pada mu Tuhan..
Bodoh kah aku Tuhan, jika aku meminta padaMu agar aku di dekatkan padanya??

Tuhan, rasa ini menyiksaku..
pantaskah aku, seorang gadis biasa menyimpan perasaan yg dalam kepadany?

Tuhan, tak satupun dapat menjawab..
bahkan hati kecilku pun..
hanya dapat berkata..
"Tuhan..aku mencintainya!"

Jumat, 30 Juli 2010

the 2nd from my friend

Bah, apa pula itu yang kau sebut kebebasan?
Apakah seenak rendang emak? Atau hanya secuil goresan diatas kertas -yang pasti akan terremas-remas dengan sendirinya.
Tanpa kau jawabpun aku telah tahu, opsi kedua itulah pastinya kebebasan itu.

Ia tak lebih dari teori yang tak teoritis, sebuah karya yang tak ilmiah,
hipotesisnya tak dapat dibuktikan secara sempurna melalui disiplin ilmu pengetahuan.

Menghambakan diri padanya hanya akan memutuskan nadi-nadi jiwa, membekukan syaraf-syaraf naluri, dan membuat hati gelisah.
Jual beli dengan kebebasan, melalui perantara ataupun secara langsung, akan memberikan sedikit ruang bagi penghinaan-penghinaan yang akan secara langsung menyerangmu dari empat penjuru, bahkan enam.

Penolakan -salah satu bentuk manifestasi kebebasan- yang berarti tidak ada penerimaan, akan secara frontal menyayat lehermu hingga kau terkejang-kejang, memuntahkan kejujuran yang mungkin selama ini kau jaga.

Berbahagialah, wahai kebebasan! Peluklah segenap cinta, jiwa, dan jasmani mereka yang dengan sukarela menempatkanmu didepan dan diatas akal sehat mereka.
Tertawalah, sekencang mungkin. Biar mereka tahu, tiada tempat sejengkalpun bagimu bagi rohani yang kaya akan embun-embun surga!

by Muhammag Imron^^

Kamis, 29 Juli 2010

sebuah karya temanku...^^

Ingin ku kenalkan salah satu karya temen ku. Nama'y Muhammad Imron, mahasiswa Politehnik Bandung Angkatan 2008. Ia sering menuliskan karya2'y dlm Note Facebook..
Suatu ketika aku memang memintanya untuk menuliskan karyanya yang akan ku muat dalam Blog ku ini.."Numpang exis d Blog thi", begitu bujukan ku..
Dan ini lah karyanya tersebut..
Dia memintaku untuk menuliskan sendiri judulnya, tp aku biarkan saja seperti ini, seperti karya aslinya..^^

***
kurebahkan tubuh dalam balutan lelah, kuhempaskan hingar-bingar keramaian di tempat sampah,
karena sekarang waktunya sepi menghampiri. Ya, sepi. dia menari-nari dengan ramai diatas kesendiarianku.
Tertawa terbahak-bahak memandangku begitu rapuh dalam dekapannya. Tersenyum sinis mendengar jeritanku yang tiada terdengar.

Sayup-sayup mataku mulai menemukan posisi idealnya. Menempel pada pasangan yang akan membuatnya istirahat.
mulai saat itu, aku telah berada dalam duniaku, yang hanya aku -atas rencana Tuhan tentunya- yang merasakannya.


"Aku berjalan, sedikt enggan, pelan-pelan. Menimati keberadaanku pada alam luas di halusinasi pikiranku.
tiba-tiba, sekelebat bayangan melintas meninggalkan sebuah berkas. wangi, putih, dan sejuk. aku dapat merasakannya walau dalam seperdelapan nyawa."

Wuzz, tubuh kecilku mendadak tersentak. aku kembali pada dunia nyata yang begitu maya.
Pikiranku masih tertuju pada bayangan itu. dengan syhadu aku teringat sesuatu. kemudian dengan lantang aku teriakkan, "aku melihat jilbabmu dalam mimpiku"

Sabtu, 24 Juli 2010

25-07-2010

ketika aku bingung dengan diriku sendiri..
terperangkap..
dalam diriku sendiri..
bingung dengan istilah dewasa yang sering orang2 kataka, teriakan dan bisikan di telinga ku..
terkesan begitu ambigu...

kini sejenak pinjamkan aku bahu mu..
biarkan aku menyenderkan kepalaku, lalu meneteskan air mata..
biarkan aku terlepas dr semua penat, meski hanya sebentar..
Hingga aku siap mempersembahkan sebuah senyuman pada kalian sahabat'q..

Ma'af..
Aku hanya ingin merelakan hati ku, demi kalian..
demi melihat senyum kalian..
senyum kalian bagai matahari dalam hidupku..
meski aku sedikit bermain api, ku Pastikan tak akan ada dari kalian yang terkena api itu..
biarkan aku terbakar dengan api ku..
namun, kelak aku akan keluar dengan diriku yang baru..
Jati diri yang ku temukan sendiri...

Sabtu, 19 Juni 2010

My Hot Chocolate

Huft, lagi-lagi kuhela nafasku...kira-kira ini sudah yang ke berapa kalinya ya?
Kehidupan mahasiswa benar-benar baru ku rasakan kali ini..
dari sebutan "Kunang-kunang" alias kuliah nangkring, kuliah kuliah nangkring, seketika berubah menjadi "Kura-kura" alias Kuliah rapat, kuliah rapat...
hahaha..
memang sedikit agak lucu..Mahasiswa yang memiliki impian dan cita-cita nan tinggi ini telah melewatkan tiga semester yang lalu hanya dengan bersantai dan sedikit menggulung lengan bahu ketika nilai-nilai terasa sedikit merosot..
Seperti biasa, hari ini, aku tiba di rumah sebelum Adzan Maghrib berkumandang. Aku langsung masuk ke kamarku. Mengganti pakaian ku, dan sedikit beristirahat sambil menunggu Adzan Magrib.
Sambil menatap langit-langit kamarku yang banyak tertempel bintang-bintang, aku jadi sedikit teringat akan bintang-bintang itu.."Tenang, bintang tak akan pergi, ia hanya tertutup awan, hingga kau tak dapat melihatnya", aku tersenyum..
Teringat masa-masa semester empat ku yang penuh pelajaran berharga bagiku..
di penghujung semester ini, aku merasakan betapa indahnya hidup ku.."I love My Life, It's My best of My Life", bisikku dalam hati..
termasuk, pria bersenyum menyejukkan yang pernahh singgah sebentar dlm hidup ku..
dia tlah memberiku banyak pelajaran berharga, aku takkan pernah menyesal pernah mengenalnya..bahkan lebih dari mengenalnya..
Sesuatu yang telah berlalu, tapi meninggalkan sesuatu yang takkan pernah begitu saja berlalu dan pergi...
beberapa waktu yang lalu aku sempat membiarkan itu menjadi sebuah luka yang berujung pengharapan tak pasti..
tak lupa dengan senyum penuh keceriaan untuk menyembunyikannya dari sekelilingku..
tapi kini aku berbeda..
sesuatu yang sering aku lupakan di saat seperti ini..
apapun yang terjadi, apapun yang tengah aku rasakan dan apa yang dirinya rasakan..
aku hanya perlu menjadi diriku yang dulu dengan sedikit bumbu perubahan yang dinamakan kedewasaan..
aku sudah terlalu terbiasa untuk menikmati coklat panasku sendirian. kenapa aku harus mengeluh ketika secangkir penuh coklat panas yang ku tawarkan untuknya tumpah dan berserakan di lantai?
dengan berbagi, secangkir coklat ini memang akan terasa lebih enak, tapi takkan kubiarkan berserakan percuma di lantai tanpa ada yang meminumya..
jadi, kini biarkan aku menikmati secangkir coklat hangat manis berhiaskan rasa pahit yang membuatku selalu ketagihan tanpa pengharapan..
aku memang biasa seperti ini..
menghiasi hidupku dengan berbagai mimpi..
termasuk dengan dirinya...
"Ik Hou Van Je"

Rabu, 05 Mei 2010

akhir-akhir ini...

ini hanya catatan harian kecil ku sebagai tanda rinduku akan kata-kata..
kuselipkan sedikit celotehan manis dalam hari-hari indahku..

akhirnya hujan turun lagi..
setelah sekian lama bumi ini tak tersiram tetes-tetes air hujan, akhirnya terbasahi juga..
dan hari-hari panas pun berlalu..
heum...
sempat terlintas di benakku, sebenarnya musim apa ini?
akibat perubahan iklim dunia kah?

seperti biasa, aku pergi ke kampus dengan tunggangan setiaku pagi-pagi sebelum pukul enam tiga puluh, sedikit agak pagi memang. ini agar tak terjebak lalu lintas yang padat. asap knalpot dan deru bising mesin-mesin kendaraan memang tak aku suka. aku lebih suka mengirup udara pagi hari, beserta embun pagi yang dingin. sungguh mendamaikan hatiku yang melankolis ini.
walau hanya berbeda beberapa menit, jalan ku rasa masih lenggang. tak terlalu banyak kendaraan yang melintas. tapi jika waktu tlah menunjukan pukul enam tiga puluh, jangan harap hidung dan paru-paru mu dapat bernafas dengan bebas. di tambah jalanan yang kurang memadai. sempit, jalanan yang rusak parah, padahal banyak dilewati kendaraan setiap harinya..
akibatnya, tentusaja kemacetan lalu lintas. sesuatu yang tidak kusukai di negri ini.

sesampainya di kampus, tentu saja, kampusku masih sepi. satpam yang menjaga tempat parkir di fakultas ku juga belum datang. pasahal waktu tlah menunjukan pukul setengah tujuh lebih. tempat parkir pun memang masih sepi. "senangnya",fikirku. aku dapat memarkirkan tunggangan ku di mana pun ku mau.

setelah itu, aku lansung menuju kelasku di lantai tiga gedung fakultas.

bersambung