Bah, apa pula itu yang kau sebut kebebasan?
Apakah seenak rendang emak? Atau hanya secuil goresan diatas kertas -yang pasti akan terremas-remas dengan sendirinya.
Tanpa kau jawabpun aku telah tahu, opsi kedua itulah pastinya kebebasan itu.
Ia tak lebih dari teori yang tak teoritis, sebuah karya yang tak ilmiah,
hipotesisnya tak dapat dibuktikan secara sempurna melalui disiplin ilmu pengetahuan.
Menghambakan diri padanya hanya akan memutuskan nadi-nadi jiwa, membekukan syaraf-syaraf naluri, dan membuat hati gelisah.
Jual beli dengan kebebasan, melalui perantara ataupun secara langsung, akan memberikan sedikit ruang bagi penghinaan-penghinaan yang akan secara langsung menyerangmu dari empat penjuru, bahkan enam.
Penolakan -salah satu bentuk manifestasi kebebasan- yang berarti tidak ada penerimaan, akan secara frontal menyayat lehermu hingga kau terkejang-kejang, memuntahkan kejujuran yang mungkin selama ini kau jaga.
Berbahagialah, wahai kebebasan! Peluklah segenap cinta, jiwa, dan jasmani mereka yang dengan sukarela menempatkanmu didepan dan diatas akal sehat mereka.
Tertawalah, sekencang mungkin. Biar mereka tahu, tiada tempat sejengkalpun bagimu bagi rohani yang kaya akan embun-embun surga!
by Muhammag Imron^^
Bienvenue a ma vie
Jumat, 30 Juli 2010
Kamis, 29 Juli 2010
sebuah karya temanku...^^
Ingin ku kenalkan salah satu karya temen ku. Nama'y Muhammad Imron, mahasiswa Politehnik Bandung Angkatan 2008. Ia sering menuliskan karya2'y dlm Note Facebook..
Suatu ketika aku memang memintanya untuk menuliskan karyanya yang akan ku muat dalam Blog ku ini.."Numpang exis d Blog thi", begitu bujukan ku..
Dan ini lah karyanya tersebut..
Dia memintaku untuk menuliskan sendiri judulnya, tp aku biarkan saja seperti ini, seperti karya aslinya..^^
***
kurebahkan tubuh dalam balutan lelah, kuhempaskan hingar-bingar keramaian di tempat sampah,
karena sekarang waktunya sepi menghampiri. Ya, sepi. dia menari-nari dengan ramai diatas kesendiarianku.
Tertawa terbahak-bahak memandangku begitu rapuh dalam dekapannya. Tersenyum sinis mendengar jeritanku yang tiada terdengar.
Sayup-sayup mataku mulai menemukan posisi idealnya. Menempel pada pasangan yang akan membuatnya istirahat.
mulai saat itu, aku telah berada dalam duniaku, yang hanya aku -atas rencana Tuhan tentunya- yang merasakannya.
"Aku berjalan, sedikt enggan, pelan-pelan. Menimati keberadaanku pada alam luas di halusinasi pikiranku.
tiba-tiba, sekelebat bayangan melintas meninggalkan sebuah berkas. wangi, putih, dan sejuk. aku dapat merasakannya walau dalam seperdelapan nyawa."
Wuzz, tubuh kecilku mendadak tersentak. aku kembali pada dunia nyata yang begitu maya.
Pikiranku masih tertuju pada bayangan itu. dengan syhadu aku teringat sesuatu. kemudian dengan lantang aku teriakkan, "aku melihat jilbabmu dalam mimpiku"
Suatu ketika aku memang memintanya untuk menuliskan karyanya yang akan ku muat dalam Blog ku ini.."Numpang exis d Blog thi", begitu bujukan ku..
Dan ini lah karyanya tersebut..
Dia memintaku untuk menuliskan sendiri judulnya, tp aku biarkan saja seperti ini, seperti karya aslinya..^^
***
kurebahkan tubuh dalam balutan lelah, kuhempaskan hingar-bingar keramaian di tempat sampah,
karena sekarang waktunya sepi menghampiri. Ya, sepi. dia menari-nari dengan ramai diatas kesendiarianku.
Tertawa terbahak-bahak memandangku begitu rapuh dalam dekapannya. Tersenyum sinis mendengar jeritanku yang tiada terdengar.
Sayup-sayup mataku mulai menemukan posisi idealnya. Menempel pada pasangan yang akan membuatnya istirahat.
mulai saat itu, aku telah berada dalam duniaku, yang hanya aku -atas rencana Tuhan tentunya- yang merasakannya.
"Aku berjalan, sedikt enggan, pelan-pelan. Menimati keberadaanku pada alam luas di halusinasi pikiranku.
tiba-tiba, sekelebat bayangan melintas meninggalkan sebuah berkas. wangi, putih, dan sejuk. aku dapat merasakannya walau dalam seperdelapan nyawa."
Wuzz, tubuh kecilku mendadak tersentak. aku kembali pada dunia nyata yang begitu maya.
Pikiranku masih tertuju pada bayangan itu. dengan syhadu aku teringat sesuatu. kemudian dengan lantang aku teriakkan, "aku melihat jilbabmu dalam mimpiku"
Selasa, 27 Juli 2010
Sabtu, 24 Juli 2010
25-07-2010
ketika aku bingung dengan diriku sendiri..
terperangkap..
dalam diriku sendiri..
bingung dengan istilah dewasa yang sering orang2 kataka, teriakan dan bisikan di telinga ku..
terkesan begitu ambigu...
kini sejenak pinjamkan aku bahu mu..
biarkan aku menyenderkan kepalaku, lalu meneteskan air mata..
biarkan aku terlepas dr semua penat, meski hanya sebentar..
Hingga aku siap mempersembahkan sebuah senyuman pada kalian sahabat'q..
Ma'af..
Aku hanya ingin merelakan hati ku, demi kalian..
demi melihat senyum kalian..
senyum kalian bagai matahari dalam hidupku..
meski aku sedikit bermain api, ku Pastikan tak akan ada dari kalian yang terkena api itu..
biarkan aku terbakar dengan api ku..
namun, kelak aku akan keluar dengan diriku yang baru..
Jati diri yang ku temukan sendiri...
terperangkap..
dalam diriku sendiri..
bingung dengan istilah dewasa yang sering orang2 kataka, teriakan dan bisikan di telinga ku..
terkesan begitu ambigu...
kini sejenak pinjamkan aku bahu mu..
biarkan aku menyenderkan kepalaku, lalu meneteskan air mata..
biarkan aku terlepas dr semua penat, meski hanya sebentar..
Hingga aku siap mempersembahkan sebuah senyuman pada kalian sahabat'q..
Ma'af..
Aku hanya ingin merelakan hati ku, demi kalian..
demi melihat senyum kalian..
senyum kalian bagai matahari dalam hidupku..
meski aku sedikit bermain api, ku Pastikan tak akan ada dari kalian yang terkena api itu..
biarkan aku terbakar dengan api ku..
namun, kelak aku akan keluar dengan diriku yang baru..
Jati diri yang ku temukan sendiri...
Langganan:
Postingan (Atom)