dulu aku gadis itu..
gadis yang selalu melihat dunia dari sebuah jendela kecil yang terdapat di salah satu sisi pondok kecilnya di tepi hutan..
hidup ku bahagia..
setiap hari aku membuka dan menutup jendela itu..
ku buka saat fajar menyapa ku yang masih terlelap melalui celah-celah kecil yang terdapat di jendela itu..
dan sesaat kubiarkan terbuka saat sinar rembulan mengganti sang surya guna menikmati cahaya cantiknya ditemani semilir angin malam..
aku banyak melihat dunia sekitarku..
beberapa orang seringkali lewattanpa sengaja di depan pondok kecil ku..
ada beberapa yang berusaha menarik perhatiaanku..
mereka bilang, aku adalah sesosok bunga chery pink manis yang sangat sayang dibiarkan layu..
ada pun beberapa yang menarik perhatian ku..
aku memandang terus beberapa dari mereka..
kdang tingkah mereka membuat aku tersenyum simpul..
mengalihkan fikiran dan perhatianku..
aku sellu berharap mereka memalingkan wajahnya ke arah jendela ini..
jendela tua indah, dimana tempat aku selalu memandangi mereka..
tak hanya hal indah yang ku lihat..
tak banyak hal menyakitkan yang pernah ku alami saat au berusaha keluar dari pondok mungil ku ini..
aku terluka..
aku tergesah-gesah masuk kembali..
menutup pintu usang tua yang hampir tak pernah ku gunakan..
hingga aku pun takut untuk membuka kembali jendela yang selalu memberikanku senyuman di setiap hari..
aku terduduk kaku..
dipojok aku menangis..
hingga airmataku tak sanggup menetes lagi..
pandanganku kosong..
hampa..
aku sungguh benci..
benci pada semua hal yang telah melukaiku..
Tapi suatu saat aku sadar..
hidupku bukan hanya dari jendela itu..
bukan hanya dri jendela itu aku memperoleh kebahagiaan..
aku lupa..
sinar matahari, sinar rembulan, semilir angin lembut yg membawakan senyuman pada ku setiap harinya...
aku melangkah perlahan..
tapi tekad ku bulat..
ku coba membuka kembali pintu itu..
mencoba keluar dari pondok itu..
pondok tempat aku selalu berlindung,
bukan..
pondok tempatku selalu bersembunyi...
aku tlah terlalu lama berlari dan bersembunyi...
aku mengucapkan sedikit doa di tengah langkah-langkah kecilku..
ku katakan perlahan dalam hatiku..
sesaat tubuhku merasakan sesuatu..
sesuatu yang lembut..
tidak..
ini terlalu lembut..
aku tak berani membuka mataku..
namun kelembutan itu memaksa aku membuka mata ini..
perlahan tapi pasti..
saat ku buka mataku..
aku tak percaya..
sebuah senyuman manis..
yang pernah mengalihkan perhatianku itu..
ya!
aku tak kan pernah lupa..
aku tak percaya...
sesaat aku merasa terlalu bodoh untuk mengatakan kalau ini bukan mimpi..
sungguh!!
aku mengira itu semua mimpi..
senyuman itu mengulurkan tangannya..
lalu ku sambut tampa ragu..
ia menarikku perlahan..
lalu mengajakku menikmati dunia ini..
dunia dimana segalanya akan terasa begitu indah...
aku bersyukur menjadi milikmu....
wahai pria sederhana pemilik senyum termanis yang pernah ada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar