Bienvenue a ma vie

Selasa, 10 Agustus 2010

bulan dalam diam

Lihatlah bulan malam ini, tinggal setengah ia. Mungkin, sebagian yang lain ia simpan untuk doa-doa yang belum terkuak perih.

Pandanglah bulan malam ini, terlihat begitu sedih. Karena kebahagiaannya mungkin terampas oleh pemburu manisan yang kian tak terhitung jumlahnya.

Saksikan kepiluan bulan, kenisbian sinarnya yang secara terang-terangan pancarkan kegelisahan, keresahan, dan janji-janji yang belum sempat ia tepati.

Bulan, yang setianya melampaui keabadian, kini merenung sepanjang malam. Membiarkan bagian dirinya yang lain terkikis zaman, demi membuat yang-selalu-berdo'a mendapatkan imbalan atas tiap tetesan air matanya.

"Biarkan aku retak, bahkan bersimpuh darah, jika dengan begitu mereka dapat tertawa bahagia dibawah sinarku. Aku tercipta bukan untuk diriku sendiri, melainkan ada bagian untuk kuberikan pada orang lain", begitu katanya dalam diam.

by: muhammad imron 3-8-2010

*untuk kali ini aku mencoba untuk membuat judulnya..ya, judulnya saja..^^

Untittle..

Aku suka lantunan lagu itu..
lagu yang terlalu sering ku dengar..
bahkan dalam syair dan iramanya, ada kedamaiannya yang kurasa, melebihi damainya lantunan irama rintik hujan yan membasahi kening ku..
mengayun lembut..
membuat langkah-langkah kecilku menari..
hingga aku tak merasa lelah..

aku suka lantunan lagu itu..
hingga aku menjadi terlalu suka..
suka dan terhanyut..
tak ingin pergi..
tak ingin lepas..
tak sadar aku telah jatuh dan tergelincir..

terlalu sakit aku untuk bangit lagi dan melanjutkan tarianku..
namun hatiku terus bernada..
melantunkan lagu itu..
lagu yang damainya melebihi rintik hujan di awal musim..

kawan, bangunkan aku..
aku telah terlalu lama tertidur dan terhanyut dalam irama kesenangan yang manyembunyikan air mata di baliknya..

Senin, 09 Agustus 2010

tolong aku..

Tuhan tolong..
Tolong aku..
Aku merindukan pria itu berada di dekatku..
pria yang dulu selalu menampung keluh kesah ku, memperhatikan ku, memberi aku semangat..
pria yang dulu membuat air mataku terjatuh..
Air mata yang ku jatuhkan karena aku mencintainya..

bodoh kah aku jika masih mengharapkannya?
padahal aku yang membuangnya karena aku membencinya setengah mati karena dia telah membuat luka yang dalam pada ku?

Sungguh, aku bertanya pada mu Tuhan..
Bodoh kah aku Tuhan, jika aku meminta padaMu agar aku di dekatkan padanya??

Tuhan, rasa ini menyiksaku..
pantaskah aku, seorang gadis biasa menyimpan perasaan yg dalam kepadany?

Tuhan, tak satupun dapat menjawab..
bahkan hati kecilku pun..
hanya dapat berkata..
"Tuhan..aku mencintainya!"

Jumat, 30 Juli 2010

the 2nd from my friend

Bah, apa pula itu yang kau sebut kebebasan?
Apakah seenak rendang emak? Atau hanya secuil goresan diatas kertas -yang pasti akan terremas-remas dengan sendirinya.
Tanpa kau jawabpun aku telah tahu, opsi kedua itulah pastinya kebebasan itu.

Ia tak lebih dari teori yang tak teoritis, sebuah karya yang tak ilmiah,
hipotesisnya tak dapat dibuktikan secara sempurna melalui disiplin ilmu pengetahuan.

Menghambakan diri padanya hanya akan memutuskan nadi-nadi jiwa, membekukan syaraf-syaraf naluri, dan membuat hati gelisah.
Jual beli dengan kebebasan, melalui perantara ataupun secara langsung, akan memberikan sedikit ruang bagi penghinaan-penghinaan yang akan secara langsung menyerangmu dari empat penjuru, bahkan enam.

Penolakan -salah satu bentuk manifestasi kebebasan- yang berarti tidak ada penerimaan, akan secara frontal menyayat lehermu hingga kau terkejang-kejang, memuntahkan kejujuran yang mungkin selama ini kau jaga.

Berbahagialah, wahai kebebasan! Peluklah segenap cinta, jiwa, dan jasmani mereka yang dengan sukarela menempatkanmu didepan dan diatas akal sehat mereka.
Tertawalah, sekencang mungkin. Biar mereka tahu, tiada tempat sejengkalpun bagimu bagi rohani yang kaya akan embun-embun surga!

by Muhammag Imron^^

Kamis, 29 Juli 2010

sebuah karya temanku...^^

Ingin ku kenalkan salah satu karya temen ku. Nama'y Muhammad Imron, mahasiswa Politehnik Bandung Angkatan 2008. Ia sering menuliskan karya2'y dlm Note Facebook..
Suatu ketika aku memang memintanya untuk menuliskan karyanya yang akan ku muat dalam Blog ku ini.."Numpang exis d Blog thi", begitu bujukan ku..
Dan ini lah karyanya tersebut..
Dia memintaku untuk menuliskan sendiri judulnya, tp aku biarkan saja seperti ini, seperti karya aslinya..^^

***
kurebahkan tubuh dalam balutan lelah, kuhempaskan hingar-bingar keramaian di tempat sampah,
karena sekarang waktunya sepi menghampiri. Ya, sepi. dia menari-nari dengan ramai diatas kesendiarianku.
Tertawa terbahak-bahak memandangku begitu rapuh dalam dekapannya. Tersenyum sinis mendengar jeritanku yang tiada terdengar.

Sayup-sayup mataku mulai menemukan posisi idealnya. Menempel pada pasangan yang akan membuatnya istirahat.
mulai saat itu, aku telah berada dalam duniaku, yang hanya aku -atas rencana Tuhan tentunya- yang merasakannya.


"Aku berjalan, sedikt enggan, pelan-pelan. Menimati keberadaanku pada alam luas di halusinasi pikiranku.
tiba-tiba, sekelebat bayangan melintas meninggalkan sebuah berkas. wangi, putih, dan sejuk. aku dapat merasakannya walau dalam seperdelapan nyawa."

Wuzz, tubuh kecilku mendadak tersentak. aku kembali pada dunia nyata yang begitu maya.
Pikiranku masih tertuju pada bayangan itu. dengan syhadu aku teringat sesuatu. kemudian dengan lantang aku teriakkan, "aku melihat jilbabmu dalam mimpiku"

Sabtu, 24 Juli 2010

25-07-2010

ketika aku bingung dengan diriku sendiri..
terperangkap..
dalam diriku sendiri..
bingung dengan istilah dewasa yang sering orang2 kataka, teriakan dan bisikan di telinga ku..
terkesan begitu ambigu...

kini sejenak pinjamkan aku bahu mu..
biarkan aku menyenderkan kepalaku, lalu meneteskan air mata..
biarkan aku terlepas dr semua penat, meski hanya sebentar..
Hingga aku siap mempersembahkan sebuah senyuman pada kalian sahabat'q..

Ma'af..
Aku hanya ingin merelakan hati ku, demi kalian..
demi melihat senyum kalian..
senyum kalian bagai matahari dalam hidupku..
meski aku sedikit bermain api, ku Pastikan tak akan ada dari kalian yang terkena api itu..
biarkan aku terbakar dengan api ku..
namun, kelak aku akan keluar dengan diriku yang baru..
Jati diri yang ku temukan sendiri...